Big Cola adalah merk dagang yang di miliki AJE-Goup yang bermarkas di Spanyol. Untuk wilayah Indonesia, pemasaran dan produksinya di lakukan oleh PT AJE Indonesia. Awal ketika memasuki Indonesia Big Cola mengenalkan 3 varian rasa yaitu Cola, stroberi dan melon.
Kehadiran Big Cola menjadi hal yang menakutkan bagi produsen karbonasi lain, dengan harga yang murah Rp 3.000 per 535 ml, Big Cola mampu mendapatkan sentimen positif dari masyarakat, karena semua itu membuat pemain besar seperti Coca Cola memangkas harga yang sebelumnya Rp. 6000 menjadi Rp 3.950 . Masuk di Indonesia pada tahun 2010 Big Cola pernah menguasai 45% pasar minuman karbonasi, Indonesia sendiri menempati posisi ke enam yang menyumbangkan 18% pendapatan Big Cola di antara negara lain.
Big Cola ketika memasuki Indonesia tidak melakukan aktifitas iklan di media. Dikatakan dari Aswan Nasution, Commercial Director PT AJE Indonesia, bahwa Big Cola hanya mengeluarkan 3% biaya promosi dari sub total biaya pengeluaran .“Kami hanya menempel pamflet di sudut-sudut jalan,” terang Aswan.
Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya menjadi tujuan pertama bagi Big Cola. Aswan sempat menawarkan ke beberapa whole seller Indonesia, tapi mereka tidak mau menerima Big Cola, karena memang dulu masih belum ada peminatnya, apalagi di luar sana ada pesaing besar seperti Cola Cola yang sudah memasuki Indonesia sejak 13 tahun yang lalu. Dengan menggunakan kekuatan distribusi, Aswan mencoba sekeras mungkin memasuki pasar wholesale.
Ternyata Big Cola mendapat respon positif dari masyakat. Karena telah mencapai BEP, Big Cola untuk pertama kalinya, pada tahun 2011, mengeluarkan iklan di layar TV. karena dana yang di miliki masih sangat sedikit Big Cola menggunakan taktik iklan hard sale.
Tahun 2012 adalah awal keemasan bagi Big Cola, karena pada tahun ini, Big Cola telah menguasai 27% pasar minuman karbonasi di Indonesia. Hingga pada tahun 2015 klaim dari mereka menyebutkan, bahwa Big Cola sudah mampu menyusul pesaing nya, pasar Big Cola pada tahun ini mencapai 45%, sedangkan Coca Cola menguasai 52%, angka tersebut sangat menakjubkan karena Big Cola sendiri termasuk pemain baru.






